Lima Tahun Lagi, Lahir Sapi Wagyu Indonesia


INILAHCOM, Jakarta - Dalam lima tahun, Indonesia diperkirakan bisa mengembangkan sapi Wagyu asal Jepang yang terkenal dagingnya berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar premium.

Kata Head of Breeding Division PT Santosa Agrindo (Santori) Dayan Antoni, saat ini, negara-negara yang mengembangkan sapi Wagyu adalah Jepang, Australia, Selandia Baru dan Kanada.

"Sejak pertengahan 2.000-an, pertumbuhan konsumsi daging untuk kelas menengah ke atas, atau premium, yakni pariwisata dan restoran meningkat tajam," papar Dayan di Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Untuk memenuhi kebutuhan daging kelas premium, kata Dayan, sapi jenis Wagyu sangatlah disukai. Karena, daging Sapi Wagyu memiliki karakteristik yang berbeda dengan daging sapi lainnya.

Sejak 2007, kata Dayan, Santori tertarik untuk mengembangkan Sapi Wagyu. Tahap pertama, sapi Wagyu bakalan sebanyak 200 ekor di datangkan dari Australia. Karena Jepang melarang ekspor sapi Wagyu.

Empat tahun berselang, Santorin memulai upaya pembibitan dengan mendatangkan indukan serta pejantan sapi Wagyu. Indukan atau pejantan sapi Wagyu dikawin silang dengan sapi Brahman atau sapi lokal. Sehingga anak hasil kawin silan tersebut lahir sebagai sapi Wagyu Indonesia.

Dijelaskan Dayan, usaha persilangan untuk menghasilkan bibit Wagyu yang murni Indonesia, memerlukan waktu antara 7-8 tahun. "Tiga tahun lagi kita punya wagyu F5 (hasil silangan yang ke lima). Ini sudah murni dan bisa diklaim sebagai Wagyu Indonesia," kata Dayan di sela Pameran ILDEX 2015 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Sekedar catatan, bibit sapi Wagyu di datangkan dari Australia. Karena, Jepang melarang ekspor sapi Wagyu yang telah ditetapkan sebagai kekayaan genetik nasional dan harus dilindungi. Terakhir Jepang mengekspor sapi Wagyu sekitar 20 tahun lalu
ke Amerika.

Lalu bagaimana perkembangannya di Indonesia? Cukup bagus, kata Dayang. Meski sapi Wagyu terbiasa hidup di lingkungan subtropis, namun ternyata sapi jenis ini memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. "Mulai 2013 kami menghasilkan bibit silangan untuk dipotong. 2014 hasil produksinya dipotong. 2015 perusahaan sudah swasembada, mampu memproduksi daging wagyu secara mandiri," kata Dayang.

Saat ini, lanjut Dayang, populasi sapi Wagyu Santori, melalui masa pembibitan yakni 560 induk Wagyu dan 136 jantan Wagyu. Dari 136 jantan, enam ekor khusus memproduksi semen (sperma) beku. Hasil pembibitan telah menghasilkan keturunan ketiga. Diperkirakan pada 2019 sudah bisa menghasilkan sapi Wagyu Indonesia.

Produksi per bulan, kata Dayan, perusahaan menyembelih 150 ekor sapi Wagyu. Namun jumlah tersebut masih kurang di banding permintaan yang yang mencapai 250 ekor per bulan.

Saat ini, kata Dayan, Santori memasukan daging sapi Wagyu ke restoran Jepang, retail, atau eceran di kawasan Jakarta dan Bali dengan pangsa pasar masing-masing 70% dan 30%. "Sektor pariwisata yang tengah bangkit dan berdaya saing mengundang permintaan Wagyu meningkat," kata Dayan. [tar]
 



Read More : Lima Tahun Lagi, Lahir Sapi Wagyu Indonesia.



0 komentar:

Posting Komentar